Pantulan Warna: Tantangan Komunikasi Produktif

Melakukan tantangan selama 15 hari bukanlah perkara mudah, apalagi tantangannya adalah untuk berkomunikasi produktif. Saya menyadari saya masih memiliki banyak kekurangan dalam berkomunikasi. Pada tantangan ini, saya berusaha untuk memperbaiki pola komunikasi yang saya lakukan ke diri sendiri, suami, dll. Praktiknya, ada beberapa kesulitan yang saya hadapi untuk dapat istiqomah berkomunikasi produktif. Terlebih jika mood sedang kurang baik dan badan lelah, komunikasi produktif yang saya lakukan mudah sekali ambyar 😂

Terlepas dari berbagai rintangan yang dihadapi, saya merasa kini lebih memahami bagaimana berkomunikasi produktif. Saya yang sering sekali overthinking, sekarang sudah lebih mudah melakukan afirmasi positif ke diri sendiri. Begitupun komunikasi dengan suami. Dahulu suka refleks berbicara dengan intonasi tinggi ke suami, sekarang sudah bisa mengendalikan dengan cukup baik. Suami pun juga sudah mulai menerapkan komunikasi produktif ke saya.

Setelah melakukan tantangan ini, saya harap bisa semakin baik dalam berkomunikasi dan mengendalikan apa yang saya katakan. Seperti sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam, “berkatalah yang baik atau diam”. Semoga Allah mudahkan 😊 aamiin.

Tantangan Komunikasi Produktif: Hari #15

Temuanku hari ini:

Setiap manusia senang diapresiasi, begitu juga dengan saya dan suami. Namun, saya kadang suka lupa memberikan apresiasi kepada sekecil apapun hal yang dilakukan suami. Contohnya pada hari ini, saya lupa berterimakasih karena suami sudah membuatkan nasi.

Suami memang tidak meminta ucapan terimakasih dari saya, tapi saya merasa tidak enak kalau tidak mampu memberikan apresiasi dengan baik. Oleh karena itu, setelahnya saya berusaha keras minimal mengucapkan terimakasih atas sekecil apapun bantuan yang dilakukan suami. Dengan membiasakan untuk mengapresiasi, saya menjadi lebih bersyukur.

Tantangan:

Kadang saya hanya fokus pada hal yang tidak dikerjakan suami sehingga lupa untuk memberikan apresiasi. Kedepannya, saya perlu lebih peka dan mampu memberikan apresiasi dengan lebih baik lagi.

Poin komunikasi produktif:

  • Biasakan memberikan apresiasi agar tidak lupa bagaimana caranya untuk bersyukur

Berapa bintangku hari ini?

⭐⭐⭐⭐

#harike-15 #tantangan15hari #zona1komprod #pantaibentangpetualang #bundasayangbatch6 #institutibuprofesional #petualangbahagia

Tantangan Komunikasi Produktif: Hari #14

Temuanku hari ini:

Saya dan suami adalah tipe orang yang jarang sekali keluar rumah kecuali ada perlu. Jadi tidak heran kalau saya keluar rumah dan ketemu tetangga, tetangga pasti berkomentar sudah lama tidak melihat saya. Selain itu, sejujurnya saya dan suami memang sering jadi bahan perbincangan tetangga karena sulit sekali memiliki keturunan. Bahkan saya pernah juga ditanya, “Mbak Zahra belum hamil juga karena belum dikasih atau gimana?” atau “Zahra gak pakai KB, kan?” dan masih banyak lagi komentar yang membuat saya dan suami pada akhirnya jadi tertekan. Padahal menurut kami, tidak semua hal harus diceritakan, apalagi jika itu adalah ranah pribadi.

Namun, karena kami adalah makhluk sosial, kami juga tidak bisa menghindar dari interaksi sosial dengan tetangga. Contohnya seperti hari ini. Setelah sekian lama tidak muncul di peredaran, akhirnya saya keluar untuk ke rumah tetangga karena ada keperluan. Maksud saya datang ke rumah tetangga hanya sebentar saja, setelah itu langsung pulang. Namun tidak disangka, saya malah disuruh duduk dan diajak ngobrol-ngobrol. Saya awalnya agak ragu karena saya bukan orang yang supel dan pintar berbasa-basi. Saya juga merasa belum siap kalau harus diinterogasi mengenai peristiwa keguguran kemarin.

Setelah agak ragu sesaat, akhirnya saya memberanikan diri untuk mengobrol sebentar dengan tetangga. Alhamdulillah saya mampu menanggapi obrolan dengan bersikap tenang. Saya juga jadi lebih berani berkata jujur mengenai perasaan saya ke tetangga. Saya mulai merasa lebih nyaman karena tetangga juga memberikan semangat kepada saya. Barangkali para tetangga saya kini jadi lebih menyadari bahwa saya merasa tidak nyaman ketika ranah pribadi terusik.

Tantangan:

Saya termasuk orang yang sangat sensitif jika ranah pribadi terusik. Namun, saya bertekad untuk dapat lebih bijak lagi dalam mengelola perasaan saya dan bersikap lebih tenang dalam berinteraksi dengan orang lain.

Poin komunikasi produktif:

  • Mengelola perasaan dengan bijak agar tidak terlalu baper ketika menghadapi komentar yang kurang menyenangkan
  • Bersikap lebih tenang dalam berinteraksi dengan orang lain

Rencanaku untuk esok hari:

Lebih baik dalam berkomunikasi produktif dengan diri sendiri/suami/keluarga/teman

Berapa bintangku hari ini?

⭐⭐⭐⭐⭐

#harike-14 #tantangan15hari #zona1komprod #pantaibentangpetualang #bundasayangbatch6 #institutibuprofesional #petualangbahagia

Tantangan Komunikasi Produktif: Hari #13

Temuanku hari ini:

Hari ini saya dan suami berdiskusi serius tentang rencana kelanjutan promil kami. Semenjak mengetahui bahwa kami bisa hamil walaupun berakhir keguguran, kami jadi semakin optimis bisa hamil lagi. Tentunya kami juga tidak menginginkan peristiwa keguguran terulang kembali, karena itu kali ini kami ingin promil dengan semaksimal mungkin.

Kami berdiskusi cukup lama karena memiliki pendapat yang berbeda. Saya cenderung ingin mengusahakan hamil alami lagi untuk paling tidak 6 bulan ke depan. Saya masih penasaran apakah bisa hamil alami dengan kondisi sehat sampai melahirkan. Di samping itu, saya juga merasa sayang mengeluarkan dana yang cukup besar untuk reproduksi terbantukan, meskipun dananya sudah kami siapkan. Namun di sisi lain, saya juga agak trauma keguguran lagi karena saat hamil alami kami tidak tahu apakah kondisi sel telur dan sperma kami optimal. Diagnosis keguguran saya kemarin pun bisa jadi karena kelainan kromosom pada embrio.

Suami lebih memilih langsung promil dengan reproduksi terbantukan dan ingin mulai secepatnya jika dalam siklus bulan ini tidak berhasil hamil alami. Alasannya untuk meminimalisasi resiko keguguran lagi karena dengan reproduksi terbantukan, sel telur dan sperma dikondisikan yang terbaik. Selain itu, suami tidak ingin menunda terlalu lama mengingat argo umur kami terus berkurang dan khawatir kualitas kesuburan akan terus menurun. Menghadapi diskusi ini membuat saya menjadi semakin dilematis.

Alhamdulillah pada diskusi kali ini, kami bisa berkomunikasi dengan tenang dan tidak memotong pembicaraan satu sama lain. Kami mempertimbangkan plus minusnya, dan akhirnya sepakat untuk mengikuti saran suami. Kami sepakat lebih baik dicoba dulu promil dengan reproduksi terbantukan selama sedang dimampukan, kalaupun hasilnya masih belum rezeki, tidak apa-apa. Yang penting terus ikhtiar dan berdo’a kepada Allah. Promil hanya salah satu cara, adapun yang menentukan kapan kita diamanahkan buah hati adalah hak prerogatif Allah.

Tantangan:

Alhamdulillah pada hari ini tidak terdapat tantangan komunikasi yang berarti. Diskusi berjalan dengan lancar tanpa harus saling ngotot satu sama lain.

Poin komunikasi produktif:

  • Berdiskusi dengan tenang
  • Tidak memotong lawan bicara ketika sedang diskusi

Rencanaku untuk esok hari:

Lebih baik dalam berkomunikasi produktif dengan diri sendiri/suami/keluarga/teman

Berapa bintangku hari ini?

⭐⭐⭐⭐⭐

#harike-13 #tantangan15hari #zona1komprod #pantaibentangpetualang #bundasayangbatch6 #institutibuprofesional #petualangbahagia

Tantangan Komunikasi Produktif: Hari #12

Temuanku hari ini:

Setiap haid, biasanya mood wanita jadi tidak karuan. Begitu juga dengan saya. Apalagi hari ini adalah haid hari ke-2 yang biasanya sedang deras-derasnya. Sejak pagi, bawaan tubuh saya rasanya tidak mau ngapa-ngapain, tapi tetap harus melayani suami dan mengerjakan pekerjaan lainnya.

Hal-hal sepele pun bisa menjadi persoalan dan membuat suami jadi merasa serba salah (maafin aku, pak suami 😢). Awalnya masih bisa menahan untuk tidak jengkel, namun akhirnya pertahanan runtuh ketika perut mulai mulas. Saya mengeluhkan beberapa hal yang dilakukan suami.

Tapi setelah mengeluh, saya langsung merasa bersalah namun masih agak gengsi meminta maaf. Akhirnya saya menenangkan diri sejenak dan memeluk suami, minta maaf sudah berperilaku yang kurang menyenangkan. Setelah itu saya tidak marah-marah lagi ke suami.

Tantangan:

Menahan diri untuk tidak terpengaruh hormon menstruasi yang membuat mood swing

Poin komunikasi produktif:

  • Komunikasikan ke suami untuk mewaspadai perilaku kurang menyenangkan istri ketika sedang haid

Rencanaku untuk esok hari:

Lebih baik dalam berkomunikasi produktif dengan diri sendiri/suami/keluarga/teman

Berapa bintangku hari ini?

⭐⭐⭐

#harike-12 #tantangan15hari #zona1komprod #pantaibentangpetualang #bundasayangbatch6 #institutibuprofesional #petualangbahagia

Tantangan Komunikasi Produktif: Hari #11

Temuanku hari ini:

Setelah sekian lama, saya menjadi moderator acara live webinar. Sebenarnya kejadian ini tidak terduga karena seharusnya bukan saya yang menjadi moderator. Saya yang punya tantangan dalam kemampuan berbicara ini otomatis langsung merasa gugup. Dalam pikiran saya, saya akan berhadapan dengan “orang keren” dan khawatir jika ada kata-kata yang salah terucap. Selama ini, saya hanya berani jadi moderator untuk kulwap (kuliah WhatsApp) saja karena bentuknya tulisan.

Supaya “penampilan” saya tidak fail, saya pun mempersiapkan sedikit script sebagai panduan saya berbicara. Ternyata saat sesi live, script yang sudah saya buat pun mayoritas tidak saya pakai. Ada beberapa hal tidak terduga yang membuat saya harus “keluar” dari script. Awalnya saya tidak merasa percaya diri dan saya cukup berusaha keras menahan suara saya tidak terdengar gugup. Saya pun sempat panik. Namun melihat reaksi pembicara yang tetap tenang dalam menyikapi kegugupan saya, saya perlahan jadi lebih tenang.

Meskipun masih banyak tutur kata yang menurut saya kurang runut dan terdengar agak tergesa-gesa karena keterbatasan waktu, saya merasa jadi lebih percaya diri. Setidaknya ketika saya berbicara tanpa script, saya jadi terdengar lebih natural dan tidak mudah panik. Saya pun sempat tidak percaya, ternyata saya bisa juga loh bicara di depan umum secara spontan.

Dari kejadian ini, saya mengambil hikmah untuk diri saya agar bisa lebih percaya diri lagi. Saya sebetulnya mampu, tapi seringkali saya sudah su’udzon dengan diri sendiri. Padahal otak kita bekerja sesuai apa yang kita sugestikan loh. Kedepannya saya tidak perlu takut untuk gagal, karena gagal juga merupakan bagian dari proses belajar dan bertumbuh.

Tantangan:

Meningkatkan kepercayaan diri untuk berbicara di depan publik

Poin komunikasi produktif:

  • Percaya pada diri sendiri bahwa kita pasti mampu, maka insyaAllah Allah pasti akan mampukan
  • Berusaha untuk tetap tenang dan profesional meskipun dalam kondisi yang tidak terduga

Rencanaku untuk esok hari:

Lebih baik dalam berkomunikasi produktif dengan diri sendiri/suami/keluarga/teman

Berapa bintangku hari ini?

⭐⭐⭐⭐

#harike-11 #tantangan15hari #zona1komprod #pantaibentangpetualang #bundasayangbatch6 #institutibuprofesional #petualangbahagia

Tantangan Komunikasi Produktif: Hari #10

Temuanku hari ini:

Hari ini rasanya saya lagi labil. Akibat suatu hal, saya jadi merasa diabaikan dan kesal sendiri karena tidak ada yang terlihat benar-benar peduli. Padahal saya merasa sudah totalitas membantu yang lain, bahkan ketika itu bukan tanggungjawab saya, tapi kenapa berbanding terbalik kondisinya ketika saya sedang sangat butuh bantuan?

Sejak kecil, saya terbiasa diabaikan oleh kedua orangtua. Kalau saya minta dipedulikan, seringkali saya dimarahi atau didiamkan saja. Berbeda halnya dengan adik saya, semua perhatian terpusat padanya. Tanpa saya sadari, ini menjadi salah satu inner child saya. Kadang saya membantu orang lain dengan harapan ketika saya juga butuh bantuan, orang lain juga akan membantu saya dengan totalitas. Ketika hal yang saya harapkan tidak terjadi, saya akan mudah sekali kecewa dan merasa tidak ada yang mau pedulikan saya.

Apa yang terjadi hari ini pun sukses membuat saya badmood dan akhirnya menangis sambil curhat ke suami. Setelah curhat, rasanya jadi lebih lega. Suami menyarankan saya untuk belajar “cuek” juga. Sepertinya memang benar, saya perlu melatih seni bersikap bodo amat pada diri saya sehingga saya jadi tidak mudah baper dan terlalu memikirkan urusan orang lain. Saya harus bisa mengelola ekspektasi dan menaklukkan inner child saya demi kebahagiaan saya sendiri.

Tantangan:

Mengelola ekspektasi dan menaklukkan inner child saya demi kebahagiaan saya sendiri.

Poin komunikasi produktif:

  • Jangan berharap kepada makhluk karena kita akan kecewa, hanya berharaplah kepada Allah
  • Utamakan diri sendiri terlebih dahulu sebelum mengutamakan orang lain
  • Kelola ekspektasi ketika berinteraksi sosial

Rencanaku untuk esok hari:

Lebih baik dalam berkomunikasi produktif dengan diri sendiri/suami/keluarga/teman

Berapa bintangku hari ini?

⭐⭐

#harike-10 #tantangan15hari #zona1komprod #pantaibentangpetualang #bundasayangbatch6 #institutibuprofesional #petualangbahagia

Tantangan Komunikasi Produktif: Hari #9

Temuanku hari ini:

Selama masa pandemi, segala komunikasi dengan rekan proyekan jadi hanya bisa dilakukan secara virtual saja. Komunikasi virtual tentunya banyak sekali tantangannya. Yang hari ini saya rasakan adalah sulitnya membuat keputusan mufakat jika diskusi hanya via teks saja.

Singkat cerita, saat ini di tim saya punya beberapa PR. Awalnya saya minta ke rekan-rekan satu tim untuk langsung keroyokan berkolaborasi dalam mengerjakannya karena sudah tau apa saja poin yang perlu dibuat. Tinggal ditambahkan menurut hasil pemikiran masing-masing. Namun ternyata sulit mengharapkan inisiatif masing-masing, barangkali karena melihat yang lain juga belum ada yang memulai. Jadi setelah beberapa hari, status PR kami masih mandeg.

Alhasil saya mengubah strategi kerja tim, saya langsung assign masing-masing apa saja tanggung jawabnya. Tentunya saya mulai dari diri sendiri yang menyelesaikan salah satu PR dan juga meminta feedback rekan-rekan tim. Ternyata cara ini lebih berhasil, rekan-rekan tim jadi memiliki sense of responsibility yang lebih besar dan lebih aktif dalam memberikan feedback.

Tantangan:

Bereksperimen dengan berbagai cara untuk bisa melakukan komunikasi virtual yang efektif di dalam tim.

Poin komunikasi produktif:

  • Bentuk komunikasi yang lebih baik untuk tim yang cenderung pasif dalam komunikasi virtual adalah pemimpin tim mengambil inisiatif terlebih dahulu dan memberikan contoh

Rencanaku untuk esok hari:

Lebih baik dalam berkomunikasi produktif dengan diri sendiri/suami/keluarga/teman

Berapa bintangku hari ini?

⭐⭐⭐

#harike-9 #tantangan15hari #zona1komprod #pantaibentangpetualang #bundasayangbatch6 #institutibuprofesional #petualangbahagia

Tantangan Komunikasi Produktif: Hari #8

Temuanku hari ini:

Setelah sekian lama, akhirnya hari ini saya cabut gigi juga. Sejak sebelum menikah, gigi geraham atas yang letaknya sebelah gigi bungsu bermasalah. Dari awalnya hanya berlubang sampai akhirnya gigi keropos dan copot dengan sendirinya, tapi masih menyisakan akar gigi.

Dulu saya paling takut yang namanya cabut gigi, apalagi untuk kasus saya ini ada komplikasi jadi bentuknya operasi kecil. Bayangan saya tentang operasi gigi adalah efek sakitnya yang luar biasa yang bisa bertahan sampai 2 minggu lamanya. Makan pun jadi susah. Alhasil saya pun jadi semakin malas ke dokter gigi.

Namun karena (lagi-lagi) kejadian keguguran, saya jadi termotivasi menyelesaikan segala masalah di tubuh saya. Apalagi yang bisa berpotensi menyebabkan keguguran. Memang saat hamil itu saya sudah was-was karena beberapa kali gigi ini sakit. Khawatir rasa sakit itu ternyata ada infeksi dan akhirnya berpengaruh ke janin.

Berbekal motivasi mempersiapkan tubuh dengan optimal untuk kehamilan selanjutnya, rasa takut saya pun hilang. Alhamdulillah operasi gigi berjalan dengan lancar, dan ternyata tidak sakit sama sekali! ☺️ Segala ketakutan saya tidak terbukti. Saya pun jadi menyesal kenapa tidak dari dulu menyelesaikan masalah gigi ini hahaha.

Hikmah yang saya ambil, apa yang kita pikirkan adalah apa yang akan kita hasilkan. Jika kita sudah terlalu ketakutan, pikiran negatif sudah mensugesti diri kita, maka hasilnya akan sesuai pikiran negatif kita. Begitupun sebaliknya. Kunci untuk pengendalian diri ada di diri sendiri.

Tantangan:

Mengalihkan rasa takut menjadi motivasi.

Poin komunikasi produktif:

Kunci untuk pengendalian diri ada di diri sendiri.

Rencanaku untuk esok hari:

Lebih baik dalam berkomunikasi produktif dengan diri sendiri/suami/keluarga/teman

Berapa bintangku hari ini?

⭐⭐⭐⭐⭐

#harike-8 #tantangan15hari #zona1komprod #pantaibentangpetualang #bundasayangbatch6 #institutibuprofesional #petualangbahagia

Tantangan Komunikasi Produktif: Hari #7

Temuanku hari ini:

Hari ini saya bereksperimen masak ayam lodho fiber creme. Awalnya sempat ragu apakah bisa masak makanan khas kampung halaman ibu mertua. Tapi kalau tidak dicoba, tidak akan pernah tahu, kan? Akhirnya saya meyakini diri sendiri dan memberanikan diri untuk membuatnya.

Setelah hampir jadi, saya icip sedikit kuahnya. Rasanya lumayan enak tapi agak asin 😂 Saya panggil suami saya untuk mencobanya apakah betul asin atau tidak, tapi suami saya menolak. Saya pikir apakah dia tidak mau coba karena saya bilang rasanya agak asin? Otomatis saya jadi sedikit kecewa dan agak ngambek karena responnya. Tanpa sadar saya jadi agak memaksa dia untuk mencobanya saat itu juga.

Suami langsung tanya, kok saya jadi marah-marah? Saya malah heran, karena saya tidak merasa sedang marah-marah. Namun, barangkali intonasi ucapan saya otomatis jadi meninggi karena melihat responnya.

Akhirnya saya beritahu suami kalau saya agak sedih karena sikapnya, supaya dia tidak bertanya-tanya kenapa saya begini. Suami pun langsung meminta maaf dan mungkin tersadar saya seperti itu karena merasa tidak diapresiasi dengan baik.

Tantangan:

Saya kadang tidak menyadari intonasi suara saya otomatis jadi meninggi. Seolah-olah seperti sedang marah-marah padahal tidak bermaksud begitu. Kedepannya saya perlu lebih memerhatikan intonasi suara saya supaya lawan bicara tidak salah paham.

Poin komunikasi produktif:

  • Perhatikan intonasi suara saat berbicara
  • Berikan penolakan secara halus supaya lawan bicara tidak merasa tersinggung

Rencanaku esok hari:

Berkomunikasi produktif lebih baik dengan diri sendiri/suami/keluarga/teman

Berapa bintangku hari ini?

⭐⭐⭐

#harike-7 #tantangan15hari #zona1komprod #pantaibentangpetualang #bundasayangbatch6 #institutibuprofesional #petualangbahagia